Minggu, 12 Mei 2019

Manfaat Kangkung untuk Ketombe



sumber gambar : Pinterest.com



“Maka-nya sering basuh rambut, biar gak ketombe-an,” katanya berlalu sambil garuk kepala. Di atas bahu serpihan sisik keputih-putihan itu menerpa sisi baju.

Desisnya menunjukkan alamat serangan gatal. Dia berlalu meninggalkan ruangan, kesal. Mengabaikan sepasang mata yang menguntit gerakan tangannya menggaruk. Sepasang mata yang tidak melepaskan punggungnya hingga halangan pintu kantor membekuk.

Adegan di atas, seperti semacam tontonan difence mechanisme (pembentukan reaksi yang menampakkan emosi). Masalah ketombe yang dialami dan nasihat gratis. Aksi yang dilakukan kayak bumerang balik pada pemilik.



Pernah mengalami masalah ketombe ?

Ada semacam perasaan was-was, jangan-jangan bau  rambut menyerempet hidung orang-orang. Gak enak perasaan, apalagi kalau se-ruangan dengan.... Dengan siapa saja yang bikin perasaan mendadak gak karu-karuan. Orang itu bisa dosen pembimbing yang revisi-an kita gak kelar-kelar. Persis atap rapuh, ada saja salah. Perbaiki ini, itu dicoret. Halaman 7 selamat halaman 17 dispidol merah.

Atau kamu kurang sreg, teman duduk bangku belakangmu pengampu kepribadian ekstrovert parah. Nafsu mengaturnya Kamu cibir tiga semester.

Tapi dasarnya teman sekelompok, ya.. Mau gak mau harus ketemu Blio saban presentasi tugas kelas. Kepada dia kamu harus terima kasih.

"Terimakasih ? Hellow?"

"Eh...Benar." :))

Lantaran mulut longgarnya: “Heh..rambutmu butuh shampo kangkung, usir ketombe, Gih.”

"Hheeyyaaaah.." Sampai kapanpun Kamu gak lupa bunga hidungnya yang mekar berwarna, Kamu syok kayak katak kehilangan kakakkan.

“Basuh rambut sesering mungkin.” Benarkah ampuh atasi ketombe ?

Ganggguan ketombe adalah masalah purba manusia. Diderita umum oleh pria juga wanita. Bagi praktisi hijab, ketombe yang menjangkiti kulit kepala tambah rumit penanganannya.

Ketombe menjejalkan rasa gatal. Pada ketombe kering yang bercampur keringat, rasa gatal menimbulkan gangguan tidak main-main. Keadaan jadi serba salah, digaruk tambah gatal dibiarkan seperti menyilakan rombongan semut beredar. Kepala jadi senewen.

Handayani (2004) mengatakan : ketombe adalah kelainan pengelupasan sel stratum kornceum kulit kepala yang terjadi lebih cepat dari seharusnya. Kotembe membentuk sisik berukuran 2 (dua) milimeter, berwarna keputih-putihan dan menyebabkan rasa gatal. Ketombe terjadi karena penumpukan sel epidermis kulit kepala paling atas dalam jumlah tidak terkontrol.

Lebih dari 50 persen penduduk dunia mengalami problem ketombe. Ketombe disebabkan oleh jamur yang berkembangbiak liar. Ketombe bukan penyakit mematikan. Bak sariawan, rendah bahaya tetapi rasanya tidak nyaman.



Ada dua jenis ketombe kering dan basah. Dua-duanya masalah. Ketombe kering bagai salju meng-awan di musim salah. Ketombe basah, "waduh"...jangan sampai. Baunya memalukan.

Selain memangkas angka percaya diri, ketombe basah memengaruhi kesehatan kulit kepala dan ketahanan akar rambut. Rambut mudah patah, akar rapuh, bau lembab mengurung bau busuk.

Aroma tidak sedap yang dikempet, kena angin kepepet, bisa saja keceplosan menampakkan diri,  Rambut kepala "berkibarlah benderaku". Di tempurung jilbab pun ketombe basah tidak menjamin pemilik rambut bebas bau.

Jadi bagaimana menanganai ketombe ?

Manfaat kangkung untuk ketombe.

Selain segudang manfaat lain, kangkung bisa digunakan sebagai obat tradisional basmi ketombe.

Mengandung senyawa aktif fitokimia seperti flavonoid, alkaloid dan tannin. Atasi jamur P. Ovale yang bersarang di kelenjar kulit kepala (sebum). Sebum sebagai antioksidan membantu menekan pertumbuhan jamur di kulit kepala.

Amprasto (2007:27) mengatakan : “kangkumg(ipomea acuatiqa) adalah sejenis tanaman yang memiliki batang berbentuk bulat panjang, berbuku-buku dan banyak menjalar di permukaan air. Batang merayap merdeka dengan akar rambut yang bersembunyi di bawah permukaan air.
Kangkung makanan serat kaya gizi, mudah didapat dengan harga ekonomis.

Rupiah yang ditumpahkan untuk seikat kangkung bukan apel to apel  harga apel. Satu kilo apel, uangnya bisa angkut kangkung 7 (tujuh) ikat. Jika  7(tujuh) ikat diparoh 14 bagian, lalu rebus saban pagi untuk 14 hari. Saya percaya, penyembuhan ketombe apalagi ketombe basah meningkat signifikan. Serius!

Caranya :

Rebus kangkung separo ikatan dalam air mendidih (tentu setelah dibuang akar dan cuci bersih). Biarkan hingga lunak dalam rebusan air di panci. Matikan api kompor, tunggu dingin. Gunakan masker kangkung menyerang rambut berketombe.

Disiplin jadi kata kunci berubah. Dapatkan kesembuhan, jangan putus tengah jalan. Raih rambut bebas ketombe bersama sang kangkung sampai terbukti.

Insensitas harian penggunaan maskar kangkung tentu berbeda hasil jika dilakukan mingguan apalagi jarang-jarang. Komitmen sembuh dan usaha teratur sepadan mengganjar keseriusan,

Teratur dari sisi waktu, terukur dalam kuantitas kangkung yang digunakan. Penggunaan berlebih berdalih cepat pulih tidak menaikkan nilai penyembuhan, malah terbuang sia-sia, Gunakan kangkung sesuai takaran, pas dan seimbang.

FYI : Rebusan kangkung segar lebih berkhasiat.

Lakukan langkah terus, jangan berhenti kecuali sembuh. Dapatkan rambut sehat bebas ketombe dari bahan terjangkau dan ada sekitar.

Jika bosan untuk rambut, bikin cah kangkung sebagai varian menu harian. Sehat di mulut sembuh di rambut.

Selamat mencoba walaupun puasa.

Bismillah.
GBU.

Sabtu, 11 Mei 2019

Bibir Ayla


sumber gambar : women pepper

"Tabarruj" atau berhias adalah budaya kebodohan (adat jahiliah, maka jangan kamu lakukan). Demikian al-qur’an memberitakan.

Mari mengendorkan ketegangan. 

Karena anjuran menata (nafsu) mata pemuda adalah, “ Tundukkan pandangan atau berpuasalah.” Puasa jadi jurus sakti menegah kekotoran pikiran menjalar merdeka. Ini bulan puasa, saatnya menimba ilmu dan tancap gas mengamalkannya.

Jika hukum berhias adalah haram (jiddah), maka tidak seorang pun warga neraka berjenis kelamin laki-laki. Statistik mengisyukan bangsa perempuan distempel lebih banyak sebagai penghuni.

Menganggap alasan subtsansi tulisan ini dipublish. Saya ingin sedikit lancang menyerukan, “Jangan picik memahami piqh.” Fanatik buta tidak menghasilkan apa-apa, kecuali sakit kepala. Bengkak hati melihat kondisi ummat mengangkangi nilai agama nan fitri.

Sudah jelas berhias atau tabarruj itu haram mengapa dilakukan ?

Mari berpusing ria. Kita diskusikan situasi juga solusi.

“Allah itu indah (jamil) dan menyukai keindahan.”


Ketika kita menghadiri sebuah pesta.

Pasangan pengantin adalah primadona. Semua mata tertuju padanya. Secara penampilan, kostum mereka berdua di atas (rata-rata) tamu yang datang. Riasan kepala, ornamen busana bahkan alas kaki yang dikenakan, semua dihias menawan.

Sekeliling ruangan pesta, dinding bersolek, lampu gantung menjulur, makanan buffet, set prasmanan mewah dan tentu saja pelaminan.

sumber gambar : pinterest

Pelaminan atau tempat duduk pengantin diapit kedua orang tua masing-masing. Pesonanya menyita perhatian mata lebih dari apapun. Di sana tempat utama mengabadikan kenangan. Walaupun tersedia tempat selfie atau swafoto, berfoto bersama kedua mempelai menjadi momen berharga. 

Karena foto adalah jejak kenangan paling nyata, maka seseorang yang pergi kondangan akan mengatur penampilan menghadiri pesta. Busana terbaik yang disesuaikan tempat dan waktu acara. Tas tangan machting high heels. Kebaya dipadupadankan senada. Penampilan sempurna melenggang di lantai pesta. 

Riasan juga gaya rambut (ornamen jilbab) menyesuaikan penampilan keseluruhan. Make up wajah natural lebih diminati. Namun ada juga peserta pesta  setengah mati menutupi pori-pori. Wajah dilukis bagai berlapis. Bermaksud cantik demi mengelabui angka usia, seronok menyelakkan mata orang melihat. 

“Nhaa...” Kaget, dan

“Ooh...” Maklum.

Senyum pemakluman yang disandarkan kepada pelaku riasan. Sudah kelakuan. 

Nah loh.

Berbeda dari  riasan pesta namun bukan berarti kurang berdaya, saya berpendapat beda. Berhias hukumnya wajib. 

Jika hukum islam dikembangkan dalam konteks lebih luas, hukum berhias bisa jadi wajib, sunat, makruh, mubah dan haram. Tergantung niat, kapasitas, dan waktu berhias dilakukan.

Hukum berhias haram dilakukan seorang istri yang keluar rumah dengan tujuan liar dan dosa. 

Sementara hukum berhias sunat selama dilakukan sederhana, penyerta penampilan dan menimbang lebih banyak manfaat. Situasinya. Misal seorang pemateri sebuah diskusi panel. Pemateri perempuan tampil tidak dibuat-buat namun memikat, daya tariknya riasan wajah.

Jumat, 10 Mei 2019

Nasi Goreng Kolaborasi


Resep Rahasia Dapur Bunda.

Saat sakit masakan Bunda menyembuhkan lebih hebat dari obat.

Serius!

Mama saya  wanita karier, sibuk di luar rumah. Beliau seorang aktivis dakwah masyarakat, dewan hakim Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kota. Kasi (kepala seksi) Tamaddun (kesenian dan budaya islam) pada kantor kementrian agama kabupaten.

Saban bulan Ramadhan menanggungjawabi kegiatan penyiaran dakwah islam di sebuah station radio swasta kota. Asal orang Amuntai (kal-sel) dan mendengarkan siaran keagamaan yang tayang saat sahur, suara Mama  saya menggema di seluruh pelosok kota hingga desa.

Frekwensi radio menjadi jembatan kegiatan dakwah bil media yang menjangkau hingga pedalaman (Kabupaten HSU) Hulu Sungai Utara.

Sebuah backsound (lagu) pengantar sahur sangat melegenda. Sehingga terkenal anekdot “Belum Orang Amuntai jika kada suah (tidak pernah) dengar musik pengantar makan subuh. Acara Itu disiarkan oleh satu-satunya station radio swasta kota saya (Amuntai kalsel).

Lalu apa hubungan sakit, masakan Bunda, dan musik pengantar tidur eh sahur?

Sedangkan tema tulisan ini adalah Nasi Goreng Bunda?

Baiklah.

Jika dihubungkan pasti dekat, kalau putus artinya sama sekali loss kontak atau tidak ada debaran rasa dalam detak :((

Nasi goreng memang jarang terdaftar sebagai menu sahur. Tahukah Kamu penciptaan nasi goreng dalam keluarga, erat kaitannya dengan “tipu muslihat” diplomasi untuk bilang daur ulang. Peristiwa itu jauh sebelum saya mengenal varian nasi goreng yang diklaim produk kekinian.



Mama saya jago masak walaupun kegiatan di luar rumah banyak. Padatnya aktivitas pendidikan dan dakwah masyarakat  bukan aral Mama merawat gizi keluarga.

Dari Mama saya belajar “Garnish dan  Plathing” (pemanis hidangan atau ornamen hiasan buah-sayur) lalu menata di piring mengandalkan imajinasi serta sentuhan seni berselera tinggi.



Alhasil makanan sederhana di tangan Mama tersuguh  istimewa, memenjara mata.
Mengakali nasi (semalam), biasanya nasi goreng dihidangkan sebagai menu pagi. Selain pertimbangan praktis (cepat berangkat kerja) sisi diplomatis lebih kentara. Reinkarnasi nasi tercipta demikian menggoda.



Masakan Mama less MSG atau tanpa tambahan bahan penyedap sama sekali. Gurih didapat dari persilangan gula garam yang ditakar seimbang. Margarin sebagai pengganti minyak goreng ditambah kecap asin dan minyak ikan melahirrkan sensasi oriental yang kental. 

Mama bukan praktisi boga. Beliau seorang pendakwah atau da’iyah. Namun, ide nasi goreng rumah, siang harinya  bisa jadi diskusi meriah (di pengajian ibu-ibu).

Masakan yang lahir dari tangan ibu kandung mampu menekuk sinyal rindu, betapapun jauhnya. Ada semacam zat penyembuh di luar kekuatan akal sehat menyentuh,

Psikologi ibu anak sedekat urat leher, ini menjelaskan kerinduan yang membuncah pecah dalam rintihan tangis diperparah rasa bersalah.

Seorang anak siapapun dia, paling tidak sekali di hidupnya pernah menderita penyakit “home sick” atau rindu rumah.

Rumah dalam pengertian ini sama dengan liburan, tiduran, malas-malasan seharian kemudian menikmati sop panas atau nasi goreng olahan Mamah. Rumah adalah tempat berkeluh kesah namun tempat yang dirindukan saat terpisah. Rindu rumah sanggup menyedot seluruh daya dan kekuatan. Perhatian dan jejak kenangan yang diikat rumah melekat, dibawa bersama hidup itu sendiri sejauh apapun dia pergi.

Woy. Mana nasi gorengnya ?

Ini dia :



Prinsip dasar nasi goreng adalah dinikmati sesaat setelah dibongkar dari penggorengan. Perkawinan asap tipis dan aroma bumbu dituding pesona sejati nasi goreng. Ornamen pendukung sepertti acar timun, garnish timun, tomat dan wortel juga kerupuk atau sate adalah semata-mata perkara selera.

Walaupun hanya diaduk begitu saja ketambahan bahan dasar gula garam dan kecap asin, itupun sudah jadi sajian menawan. Asal begitu matang langsung serang. Menunda menyantap nasi goreng, apalagi sampai 12 jam kemudian tentu mendangkalkan kecenderungan. Orisinalitas dan esensi  rasa nasi pun  kabur entah ke mana.

Bumbu nasi goreng sebenarnya plat saja, Bahan dasar seperti bawang merah, bawang putih dan merica adalah resep leluhur yang harus dijaga ketat kerahasiaanya. Selebihnya andai menambahkan udang, cumi atau kepiting yang disuir maka namanya adalah nasi goreng seafood.



Nasi goreng spesial kekuatannya di irisan sosis, hati ayam dan cacahan daging ayam. Nasi goreng kambing menghadirkan daging kambing di sana. Nasi goreng hitam kunci utamanya  cumi-cumi. Nasi goreng putih tidak mengenakan saos tomat botolan.

Jika memerlukan warna merah cerah bukan dari tomat botolan, bisa disuakan pada pertemuan cabe merah keriting dan buah tomat segar.

Isyu nasi goreng serupa masalah bangsa, Ibu-Ibu kudu cerdas menghadapi tantangan zaman. Permintaan generasi millenial kerap membingungkan orang tua. Ada saja penamaan aneh untuk menyebut (misalnya) nasi goreng putih dengan nama berbeda.

“Mah bikin nasi goreng putri dong.”

“Apa pula nasi goreng putri? si Ibu yang gaptek, sulit menerjemahkan kemauan anak, padahal yang dimaksud mungkin nasi goreng putih tanpa saos. Disebut putri karena faktor masih perawan, Ternyata. Ahaha... Wah. Anak ada-ada saja kelakuannya.



Jadi kapan dibagi resepnya ?

Oke.

Ini Resep Nasi Goreng. Kolaborasi Mama dan saya.

Bahan utama : Nasi semalam
Bahan pendukung :
Sosis, udang, buncis dipotong 1 cm, jagung manis dipipil, wortel potong kotak.
bumbu : bawang putih dan daun bawang.
Penguat bumbu : Raja rasa botolan, kecap manis, minyak ikan, kecap inggris, minyak wijen. dan saos tiram.
bumbu dihaluskan,tumis masukkan semua bahan selain nasi. aduk hingga harum. campur nasi matikan api kompor. ratakan aduk dan goreng hingga matang.

Bahan mencerminkan output rasa. Soal  rasa selamanya usaha tidak pernah mengkhianati hasil.

Nasi goreng selain tergantung isian, niat mengaduk dan cahaya kebersihan hati terpancar dalam rasa yang hakiki. Coba saja bikin nasi goreng sambil marah-marah. Dalam kesempatan lain aduk nasi goreng, tambahkan semangat cinta, Bismillah dan syukur hingga matang. Walau sama namun saya jamin beda rasa. Rasa di ldah mengikuti rasa akidah (keyakinan).