Rabu, 21 Desember 2016

Bukan Sempurna...dari Fatima

SEMUA ITU AKU PELAJARI DARI IBUKU

15.40


Ini adalah tulisan Fatima, edisi hari Ibu tahun lalu. Ungkapan sanjungan si anak perempuan. 
Setiap kata bersisian kesan keharuan. Oh..begitukah Umi bagi matahati, sang Ma'rifah .

Monday, December 22, 2014

Desember tanggal 22, selamat hari ibu.
beliau selalu terbangun paling pagi diantara seisi rumah. walaupun abah adalah yang membangunkanku untuk solat subuh. tetapi beliau yang aku tau sudah berbuat banyak pada subuh hari.

matahari memang belum terbit. tetapi beliau sudah menyelesaikan apa yang disebut sunnah. beliau juga sudah menyelesaikan ribuan hitungan tasbih untuk menyebut nama Tuhannya.

iya, beliau adalah seseorang yang bertanggung jawab tentang pendidikan paling fundamentalku. tentang bagaimana menjadi baik, kemudian di teruskan dengan pendidikan etika. beliau adalah guru pertamaku untuk segala hal.

kami memang tidak sebidang. sering sekali berbeda pendapat atau ada yang tidak aku pahami tentang beliau. kadang kritik pedasnya begitu sakit untuk sampai ditelingaku, tetapi dengan menginjak ego harus aku akui bahwa itu benar

beliau yang mengajariku, mulai dari keharusan menyerahkan sesuatu dan menerima kartu nama dengan dua tangan, mengiyakan dengan kata "baik" bukan "iya" sampai tentang keharusan menguasai bahasa inggris.

beliau orang yang sungguh luar biasa, bisa berganti peran secepat aku mengganti topik pembicaraan. ibuku idolaku di segala bidang. beliau adalah seorang beragama yang paling pluralis. beliau mempelajari agama begitu dalam, tetapi beliau tidak pernah bermasalah dalam hal perbedaan. beliau begitu lurus tentang halal dan haram, tetapi beliau begitu tau tentang toleransi dan menghargai.

beliau adalah orang pertama yang mengajakku makan sushi, mengajari bagaimana cara menggunakan pisau dan garpu, dan memperkenalkan blazer sebagai luaran yang rapi serta jilbab yang sebatas leher. begitu fleksibel dan elegan. itu semua aku pelajari dari ibuku,

ibuku yang mengajari tentang bagaimana cara menghargai, hingga memberi apresiasi tertinggi.

ibuku memang bukan manusia sempurna. sering kali ada dari beliau yang tidak berkenan di aku dan sering kali aku dibuatnya sebal. tetapi ibuku yang mengajarkan aku tentang berani meminta maaf duluan, beliau meminta maaf padaku ketika beliau sadar beliau yang bersalah.

dan beliau baik baik saya dengan melakukan itu.

dari itu aku belajar tentang mengakui kesalahan. menyampaikan dengan baik. mengendalikan emosi. bertanggung jawab. beliau sering menyelenggarakan diskusi di meja makan. lagi lagi aku belajar tentang komunikasi itu harus dua arah. tentang bahaya keegoisan. tentang segala sesuatu itu bisa diurai. tentang pemakluman

dan aku belajar tentang tidak melawan, tabah sebagai takdir.

Sabtu, 29 Oktober 2016

Ikan Emas Se-mewah Emas

#Iklan : Paket Menu Makan Siang Siap Antar.


Terbongkar!!!!!



Rahasia makan enak sebenarnya.

Gosip siang ini pasti Anda suka.

Sttt, Tahu tidak?

Saya terpaksa mengatakan ini pada Anda, untuk tidak menyebutnya ; Gila….

Begini…(Sini, duduk samping saya).

Ketika kurir datang mengantarkan pesanan makan : Ikan Emas paket lengkap.

Lapar saya masih jauh. Begitu mencicipi sambel mentah diruapi aroma tomat dan bawah merah…..amboiiiii, saya tidak tahan lantas kehilangan kata-kata memuji.

Ini nyata bukan maya. Candu  saya nikmati seikhlas hati (saya bertaruh candu di luar sana adalah tercela. Dan Pembaca Iklan mengamini kata- kata saya).

Selanjutnya

Saya sempat berpikir, menu Ikan Emas plus plus yang masih bau penggorengan ini...
Apakah kiriman peri laut Bontang Kuala? (lalu saya yakin kurir tadi adalah Peri dengan kecepatannya menghidangkan makan siang).

Kawan...

Ini bukan gombal, (Anda butuh makan siang bukan pel-pel-an {gombal}).

Makanya, saya merasa bertanggung jawab mengabarkan kepada Anda, agar lebih banyak orang tahu dan menikmati makanan mewah bergizi.

(Indrayaniii) Berapa yang harus saya bayar untuk menu makan siang seperti-mu?"



Persiss, siss,

Seperti Anda, saya langsung diancam harga. Mengingat 'Racun' biaya setingkat dibawah Sianida.

Saya tidak perlu mengutip iklan sebelah “ Rasa Bintang Lima Harga Kaki Lima.”

Tidak…tidak..Itu mustahil tingkat Dewa.

Ada Harga Ada Rupa dan Harga yang Saya keluarkan ini. Sesuai.

 Jadi jangan ada kesal jikalau mahal.

Tetapi   karena  hati saya sedang senang. Pemilik usaha membisiki :
Bagi 3 pemesan  tercepat
(sebelum katanya di close order, demi  stamina tetap prima melayani pesanan Anda)

Anda cukup bayar? ( #Ehem...izinkan saya sendawa  dulu).

Untuk  5 sehat : Buah, Lalapan, Nasi, Ikan Emas. Plus Sambel.
Sehat saja Anda bayar. Karena kesempurnaan hanya Milik Tuhan.

Dibagian ini, Harap Anda tenang.

Walaupun saya jengah dengan istilah harga teman, lantaran tidak sopan  "Menjual" teman.

Tetapi suer…

Percaya saya ; Untuk menu sempurna ini.
Anda terbelalak membayar IDR. 22.999 IDR: 27.777

Kata mereka,  bagi pemesan di 8 menit pertama, ( lantas mereka berencana menormalkan harga sewaktu-waktu tanpa membuat pengumuman. Lalu Anda terpaksa merogoh kucek lebih dalam ).

(Ooohh..Katakan : Jangan. Indrayanii)


Tunggu…Satu lagi

Sambelnya, Kawan :  Top Markotop. Anda akan bersiul puas.

Btw,  saya sudah habis dua porsi. Untuk sekali  ini saya (Indrayani) Lupa sedang diet nasi.

Kapan giliran Anda?

Jangan salahkan jika pesan Anda dijawab petugas Resepsionis :

 " Paket Ikan Emas habis, Anda mau ganti menu?"

Naaaaah loh?!

Hubungi nomor telepon....................untuk memesan.

Anita asisten Fitri. Siap mengolah pesanan dan kurir mereka stand by setiap Anda butuhkan.


Kamis, 27 Oktober 2016

Naskah Iklan : Jualan On Line

Wooow,….
Ini, 3 Alasan mengapa GAMMI BAWWIS menu makan siang ini :

• Dimasak sesaat dipesan
• Tingkat kepedasan menyesuaikan
• Diantar ke alamat pemesan
Begini….
Saya akan terus terang, olahan Gammis Bawwis ini berasal dari resep keluarga yang dijaga ketat kerahasiaannya. Saya (Fitriani) sangsi, rasa yang sama bisa Anda dapatkan di tempat lain (jika itu memang ada).
Kabar baiknya…
Pesan 37 menit dari sekarang, Anda cukup bayar IDR 14.999,-
Itu termasuk nasi putih dengan asap mengepul-ngepul.
7 menit terlambat, Anda terpaksa saya haruskan membayar sesuai harga normal plus ongkos kirim IDR. 20.
Sttt…saya masih belum puas berbagi Rahasia dengan Anda.
Sebenarnya saya rugi mengatakan ini, tetapi bagi 3 pemesan pertama biaya ongkos kirim saya bebaskan. Anda hanya perlu duduk manis menuggu pesanan diantar sebelum pantat Anda bergeser dari tempat Anda kirim pesan.
Kerap kewalahan memenuhi pesanan. Saya berrencana menurunkan iklan sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu( lalu Anda kekurangan informasi menu makan siang lezat).
Bagi Anda penyuka kuliner khas Bontang, saya akan tambahkan bonus ; Khusus 2 pemesan tercepat. Beli 4 dapat 5. Kata kompetitor saya bodoh menambahkan bonus ini. Tetapi kata saya “Siapa cepat dia dapat!” Pembaca iklan setuju dengan saya.
Sekarang pilihan ada pada Anda.
Hubungi nomor telepon : 0823 5254 3823 Asisten saya (Anita) untuk memesan.
Tersedia 27 menu siap masak.
SukaTunjukkan lebih banyak tanggapan
Komentari
Komentar
Indrayani Indra
Tulis komentar...